Beberapa Fatwa Ulama Seputar Wanita Muslimah

Tato Adalah Diharamkan
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullaah ditanya :
Apa hukum tato dan jika anak perempuan masih kecil ditato apakah itu berdosa?
Beliau memberikan jawaban :
Tato adalah haram bahkan ia bagian dari dosa besar, karena nabi telah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato (disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim, pent). Jika ada anak perempuan masih kecil diberi tato dan dia tidak mampu mencegah dirinya dari pentatoan maka tidak ada dosa atasnya, dan sesungguhnya dosa itu dibebankan atas orang yang melakukan hal itu padanya, karena Allah tidak membebani jiwa kecuali menurut kemampuannya.

Memakai Lipstik
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullaah ditanya :
Apa memakai lipstik bagi wanita?
Beliau memberikan jawaban :
Memakai lipstick tidak mengapa, karena yang asal adalah halal sehingga jelas ada pengharaman. Lipstik bukanlah sesuatu yang permanen sehingga bisa disebut sebagai bagian dari tato, tetapi lipstik itu jika jelas membahayakan bibir maka hendaknya para wanita menyekanya dan menghilangkan basahan serta minyak darinya, karena dalam keadaan seperti ini dilarang.

Kosmetik
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullaah ditanya :
Apakah seorang wanita boleh memakai kosmetik untuk suaminya?
Beliau memberikan jawaban :
Seorang wanita berhias untuk suaminya dalam batas yang syar’i merupakan bagian dari perkara-perkara yang sepantasnya dia lakukan. Sesungguhnya setiap wanita yang berhias untuk suaminya maka demikian itu mendorong suami mencintainya, dan merekatkan di antara keduanya, inilah yang dimaksud oleh Penetap Syari’at.
Maka apabila dengan kosmetik itu memperindah seorang wanita dan tidak membahayakannya, ia tidak mengapa dan tidak ada dosa.

Hukum melubangi telinga dan hidung
Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullaah ditanya :
Apa hukum melubangi telinga anak perempuan atau hidungnya karena untuk diberi perhiasan?
Beliau memberikan jawaban :
Yang benar bahwa melubangi telinga tidak mengapa, karena bagian ini sarana bagi seseorang untuk memberikan perhiasan yang dibolehkan. Sungguh wanita shahabat memiliki anting-anting yang mereka pakai pada lubang-lubang telinga mereka.
Adapun penyiksaan dalam melubangi ini merupakan penyiksaan yang sedang, jika anak perempuan dilubangi telinganya pada usia kecil, maka ia cepat sembuh.
Tentang melubangi hidung, sungguh aku tidak ingat ada pembicaraan ahli ilmu di dalamnya. Tetapi yang kami ketahui demikian itu mengandung penyiksaan dan memburukkan bentuk ciptaan, dan mungkin selain kami tidak berpendapat bolehnya perkara itu. Sedangkan apabila di suatu negeri seorang perempuan yang menghiasi hidung digolongkan sebagai bagian dari menghiasi dan memperindah, maka tidak mengapa melubangi hidung karena hendak menggantungkan perhiasan atasnya.

Dipetik dan diterjemahkan oleh Abu Ubaidillah Muhaimin, dari Kitab : “Fatawa Al Mar’ah Al Muslimah (hal 279-280), karya Abu Malik Muhammad bin Hamid bin Abdul Wahhab.

(Sumber : Buletin AL HUDA Semarang)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s