Adanya Televisi Di Rumah


Fadhilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullaah
Pertanyaan :
Apa hukum terdapatnya televisi di rumah seorang muslim dalam keadaan tahu bahwa yang ditayangkan di dalamnya aurat laki-laki dan wanita yang ditonton oleh laki-laki dan wanita?
Jawaban :
Yang kami lihat, bahwa mensucikan diri dari televisi lebih baik dan lebih selamat tanpa diragukan lagi. Adapun hukum menontonnya terbagi menjadi tiga :
Pertama : menonton berita dan perbincangan diniah serta menyaksikan peristiwa yang terjadi, maka ini tidak mengapa.
Kedua : menyaksikan tayangan sinetron yang menimbulkan fitnah dan kekerasan yang membuka pintu bagi manusia untuk berbuat kejahatan, permusuhan, pencurian, penipuan, pembunuhan dan yang semisalnya. Maka menyaksikan hal yang seperti ini haram dan tidak boleh.
Ketiga : menyaksikan acara yang menghabiskan waktu saja, tidak ada di dalamnya unsur keharamannya dan terdapat syubhat di dalamnya jika ditinjau dari segi pembolehannya. Maka tidak selayaknya bagi seseorang menyia-nyiakan waktunya dengan acara televisi, terlebih lagi apabila di dalamnya terdapat perbuatan menyia-nyiakan harta. Sebab acara yang ditayangkan di televisi biasanya terdapat perbuatan menyia-nyiakan harta apabila digunakan pada hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti menggunakan listrik, di samping juga menghabiskan waktu. Selain itu, hal ini akan menyeret seseorang untuk menyaksikan acara-acara yang diharamkan.

Sumber : Bingkisan ‘Tuk Kedua Mempelai, Penulis : Abu ‘Abdirrahman Sayyid bin ‘Abdirrahman Ash-Subaihi, Penerbit : Maktabah AL-GHUROBA’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s