Makna Sabda Rasulullaah Shallallaahu’alayhi wasallam “Berpakaian Tetapi Telanjang”

Fadhilah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullaah

Pertanyaan :

Apa makna sabda Rasulullaah Shallallaahu ‘alayhi wasallam dalam sebuah hadits “wanita-wanita berpakaian tetapi telanjang”?

Jawaban :

Makna sabda beliau Shallallaahu ‘alayhi wasallam : “wanita-wanita berpakaian tetapi telanjang ” yaitu bahwa wanita-wanita tersebut memakai pakaian namun tidak mampu untuk menutupi wanita tersebut.

Para Ulama mengatakan : seperti pakaian tersebut tipis (transparan) sehingga terlihat kulit yang ada di baliknya.  Wanita ini berpakaian akan tetapi telanjang.  Misalnya juga, pakaian yang dikenakannya tebal akan tetapi sangat minim (pendek), ini juga termasuk wanita yang berpakaian tetapi telanjang.  misal lain, pakaian yang dikenakannya ketat. sehingga menyatu dengan kulit dan menonjolkan wanita seakan-akan tidak berpakaian.  Wanita ini juga termasuk berpakaian tetapi telanjang.  Ini berdasarkan bahwa yang dimaksud dengan pakaian dan telanjang secara makna indera.

Adapun kalau yang dimaksud adalah makna secara maknawi, maka yang dimaksud dengan “wanita yang berpakaian” adalah mereka yang menampakkan ketenangan dan sifat malu, sedangkan wanita yang telanjang” artinya wanita yang menyembunyikan kefajiran dan tidak menampakkan urusannya kepada manusia.  Mereka itu berpakaian dari satu sisi dan telanjang dari sisi lainnya.

[Fatawa Al-Haram]

Sumber : Bingkisan ‘Tuk Kedua Mempelai, Penulis : Abu ‘Abdirrahman Sayyid bin ‘Abdirrahman Ash-Subaihi, Penerbit : Maktabah AL-GHUROBA’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s