Bombardir atas nama Jihad = Pengikut Setan

Penulis: Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan

Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, anggota Hai’ah Kibarul Ulama (Majlis Ulama Besar Saudi Arabia) menegaskan bahwa orang-orang yang menyerukan jihad fi sabilillah dengan cara membunuh diri-diri mereka adalah pelaku bunuh diri (bukan jihad) dan mujahid fi sabilis-syaithan (di jalan syaithan).
Baca lebih lanjut

Iklan

Hukum Jual Beli Tokek

November 9th 2009 by Abu Muawiah

Tanya:
Apa hukum jual beli tokek dengan alasan untuk dijadikan obat, mengingat amalan ini sedang marak akhir-akhir ini.
Abu Amr (08524262????)

Jawab:
Pertama-tama perlu diketahui bahwa ucapan para ulama yang ada dalam masalah ini adalah dalam masalah cicak, hanya saja ucapan mereka itu juga berlaku bagi tokek karena keduanya dihukumi sama oleh para ulama. Imam Asy-Syaukani -rahimahullah- berkata dalam Nailul Authar (8/295), “Cicak (arab: al-wazg) itu termasuk binatang pengganggu dan bentuk jamaknya adalah al-awzag. Sementara tokek adalah hewan yang sejenis dengannya yang berbadan lebih besar.”

Baca lebih lanjut

Apakah Membaca Al-Qur’an Wajib Menghadap Kiblat?

Pertanyaan: Apakah wajib untuk menghadap kiblat ketika membaca (Al-Qur’an)?

Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan Hafizhahullah menjawab:

Sepantasnya menghadap kiblat, karena membaca Al-Qur’an adalah ibadah, dan ibadah disunnahkan untuk ditunaikan menghadap kiblat. Apabila memungkinkan maka hal itu sebagai penyempurna, jika tidak memungkinkan) maka tidak ada dosa padanya.

[ Diterjemahkan sebisanya dari Al-Muntaqo min Fatawa Al-Fauzan jilid 2 fatwa no.15 ]

http://ahlussunnah.web.id/

Hukum Memotong Bacaan Al-Qur’an untuk Menjawab Salam

Pertanyaan:
Apakah boleh ketika seseorang sedang membaca Al-Qur’an, kemudian ada orang yang lewat dan mengucapkan salam. Apakah boleh berhenti sejenak dari qiro’ah dan memotongnya untuk menjawab salam?

Lajnah Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’ menjawab:

Menjawab salam kepada orang yang mengucapkan salam kepadanya, kemudian ia melanjutkan kembali bacaan Al-Qur’annya adalah termasuk menggabungkan antara dua keutamaan (keutamaan membaca Al-Qur’an dan keutamaan menjawab salam,pent)

Mufti:
Ketua: Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Bazz
Wakil: Asy-Syaikh Abdurrazaq ‘Afifi
Anggota: Asy-Syaikh Abdullah bin Ghudyan

Semoga Allah merahmati mereka semua…

Diterjemahkan sebisanya dari Fatawa Al-Lajnanh Ad-Daimah lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta’ , jilid 4 fatwa no. 8501

http://ahlussunnah.web.id/

DOA BERSAMA SETELAH SHALAT

Penulis: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Tanya: Saya menyaksikan sebagian orang-orang yang shalat berjamaah seusai mereka shalat, mereka berdoa dengan bersama-sama, setiap kali mereka selesai shalat, apa hal ini dibolehkan? Berilah kami fatwa semoga Anda mendapat balasan di sisi-Nya.

Jawab: Berdoa setelah shalat, tidak mengapa. Akan tetapi setiap orang berdoa sendiri-sendiri. Berdoa untuk dirinya dan saudaranya sesama ummat Islam. Berdoa untuk kebaikan agama dan dunianya, sendiri-sendiri bukan bersama-sama.
Adapun berdoa bersama-sama setelah shalat, ini adalah bid’ah. Karena tidak ada keterangannya dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tidak dari shahabatnya dan tidak dari kurun-kurun yang utama bahwa dahulu mereka berdoa secara bersama-sama, dimana sang imam mengangkat kedua tangannya, kemudian para makmum mengangkat tangan-tangan mereka, sang imam berdoa dan para makmum juga berdoa bersama-sama dengan imam. Ini termasuk perkara bid’ah.
Adapun setiap orang berdoa tanpa mengeraskan suara atau membuat kebisingan hal ini tidaklah mengapa, apakah sesudah shalat wajib atau sunnah.

Sumber :
Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan (2/680)

http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=679

Hukum Wanita Haid Membaca Al-Qur’ân

Oleh: Syaikh Shâlih Fauzân bin `Abdullâh Al-Fauzân

Syaikh Shâlih Fauzân bin `Abdullâh Al-Fauzân ditanya:

Apakah boleh seorang wanita yang sedang haid membaca Alqur’ân dengan hafalan, jika hal ini tidak boleh maka apakah berdosa jika mengajari Alqurân kepada anak-anaknya khususnya jika mereka berada di madrasah dalam keadaan haid?
Baca lebih lanjut